• Post 1
  • Post 2
  • Post 3

Biography

Nitya Putriani was born in Jakarta, Indonesia on May, 29 1989. She was the first of two children, couples of Bambang Hendriwani and Ranti Handayani.

From 1-4 years old, Nitya lived with her grandmother and grandfather in Jakarta. Nature firmly adhered to the principle has been shown Nitya since childhood.

Nitya moved to Bandung to study up to high school. In high school, she began to seem notable achievements, especially in the lessons students. She became a favorite figure in her school. After graduating from high school in bandung in 2006, she continued her studies at Padjadjaran University.

Content

TUAN BERMAWAR MERAH

Saturday, November 10, 2012 0 komentar

Satu rencana tuhan selalu ada tujuan,
Harapan terkadang jadi nista
Lampaui batas kecewa dalam hidup.
Betapa tak bersyukurnya bila hanya pecundangi hidup,
Dengan selalu menunggu.

Sekarang saatnyalah mencari.
Apa itu kehebatan pribadi yang layak disanjung.
Semua bias bila hanya andalkan imaji
Harus jadi nyata.

Ikuti apa doa berkata.
Berusaha yakin bahwa tuhan maha baik
Mungkin selalu belum jawabnya.
Tapi aku yakin ada ada.

Ruang gerakku sudah sempit.
Tak pantas bila angkuh dengan keadaan
Tenang memang sebuah usaha sekarang.
Biar hasrat lari kemana, aku ikuti.

Ini sangat liar.
Ada tuan tak bertuan.
Benarkah ia ?
Otakku masih belum pandai berpikir.

Bila inginkan, bawakan saja mawar merah.
Biar aku sakit akan durinya.
Biar aku syahdu akan indahnya.
Biar aku terpesona akan warnanya.

Sejatinya aku itu harus sombong
Mengapa mudah luluh seketika.
Hanya karna mawar merah ?

Dua hari kemudian aku coba buang dalam bak sampah
Biar ia mati perlahan dan menghitam.
Wujudnya rusak.
Astaga..aku lupa !
Kenangan tetap saja berbekas.

Ohhh..ini cinta ?

Ntahlah.. aku hanya bernafsu dengan sandiwara tuhan yang sederhana.

BUAT AKU PERCAYA

0 komentar

Sudah tak ingin terlena dengan bualan.
Lihat secara realistis saja semua keadaan.
Buat kupercaya..
Bahwa kita bisa..

Penggoda jutaan bersiap diluar rumah
Bawa rayuan sebagai senjata horror yang kadang memabukkan.
Buat kupercya
Bahwa kamu bisa..

Gerilya karna masih di usianya.
Selalu takjub akan yang baru datang.
Buat kupercaya
Bahwa aku bisa..

Riuh suara bertanya.
Cerita apa yang akan bicara
Biar dibawa saja mau kemana arahnya.
Yang kutau kini..
Aku jatuh cinta.

Suaramu itu bisikan terindah.
Senyumu itu goresan tersempurna.
Pelukmu itu selimut ternyaman
Tawamu itu cerianya dunia.
Semua amat sangat sempurna.

Buat aku percaya..
Bahwa aku sedang tak mabuk.
Dan kau memang tak sekedar dalam cerita.

Masalah Kemanusiaan itu adalah Kurangnya Cinta

Monday, June 6, 2011 0 komentar
Sudah saatnya dunia berhenti menipu diri sendiri, untuk bangkit, untuk menyadari bahwa satu-satunya masalah kemanusiaan adalah kurangnya cinta.

Cinta akan menghasilkan toleransi, toleransi akan menghasilkan perdamaian. Tiadanya toleransi akan menghasilkan perang dan sikap acuh terhadap kondisi yang tidak dapat ditolerir.

Cinta tidak dapat bersikap acuh tak acuh. Cinta tidak tahu bahaimana caranya bersikap demikian.

Cinta tercepat menuju tempatnya dan kepedulian bagi segenap manusia adalah memandang segenap umat manusia sebagai keluarga sendiri.

Cara termudah untuk membuat semua seperti keluarga sendiri adalah dengan berhenti memisahkan dirimu sendiri. Setiap negara yang terbentuk itu untuk membuat kita bersatu.

Seperti apa teologimu?

Sunday, June 5, 2011 2 komentar
Segalanya bergantung pada apa yang kamu pahami sebagai tujuan hidup, dan karena ini adalah teologi dasar.

Jika kamu percaya kehidupan itu ada sebagai batu ujian, percobaan, kurun waktu yang menempatkan untuk melihat kalau-kalau kamu ini "berharga", maka teologimu itu mulai bermakna.

Jika kamu percaya bahwa kehidupan ini ada sebagai peluang, proses melalui mana kamu menemukannya. Ingatlah, bahwa kamu ini berharga dan akan selalu berharga, maka teologimu itu tampaknya tidak waras.

Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang dipenuhi dengan ego yang selalu menuntut perhatian, kekaguman, kasih sayang dan akan membunuh untuk mendapatkannya, maka teologimu itu masuk akal.

Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu tanpa ego atau kebutuhan, namun juga adalah sumber segala sesuatu, dari tempat seluruh kebijaksanaan dan cinta, maka teologimu hancur berantakan.

Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu Tuhan yang pendendam, cemburu dalam kasihNya dan berang dalam amarahNya, maka teologimu sempurna.

Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang cinta damai, yang gembira dalam cinta, dan berbelas kasih dalam kebahagiaanNya, maka teologimu itu tidak ada gunanya.

Hitler Masuk Surga

0 komentar
Mengapa Hitler masuk surga?

Karena Hitler tidak melakukan apa pun "yang salah". Hitler hanya melakukan apa yang dilkaukannya. Ingin ingatkan lagi bahwa selama bertahun-tahun jutaan orang berpikir bahwa ia "benar". Lalu, bagaimana ia bisa menanggungnya sendiri, padahal ia berpikir demikian juga?

Jika kamu mengemukakan sebuah gagasan gila, dan kemudian jutaan orang sepakat denganmu, boleh jadi kamu akan mengira kamu hanya AGAK gila. Dunia akan memutuskan pada akhirnya bahwa Hitler "keliru". Maksudnya, penduduk dunia membuat penelaahan yang baru tentang Siapa Diri Mereka, dan Ingin Menjadi Siapa Mereka, dalam kaitannya dalam pengalaman Hitler.

Ia mengacungkan tongkat pengukurnya! ia menetapkan parameter, batasan-batasan yang dengannya kita dapat mengukur dan membatasi gagasan kita tentang kita sendiri, Tuhanpun melakukan hal yang sama, pada ujung yang lain dari spektrum.
Telah muncul Tuhan-Tuhan yang lain, dan Hitler-Hitler yang lain. Dan akan kembali muncul. Oleh karena itu, tetaplah waspada karena mereka yang kesadarannya tinggi maupun rendah sedang melangkah diantara kamu, bahkan ketika kamu melangkah diantara sesama. Kesadaran manakah yang akan kamu bawa nanti?


Jiwa

0 komentar
Secara naluriah jiwa mencari lingkungan yang sempurna dan situasi yang saat ini diperlukan guna memulihkan pikiran yang salah dan membawakan kamu pengalaman yang benar tentang Siapa Kamu Sesungguhnya.
Hasrat jiwa adalah membawamu sesuatu kembali kepada Tuhan untuk membawamu pulang kepadaNya.
Maksud jiwa adalah mengenal dirinya sendiri dari sudut pengalaman dan itu berarti mengenal Dia. Karena jiwa itu memahami bahwa Kamu dan Aku adalah Satu, bahkan juga bila pikiran menyabgkal kebenaran itu dan tubuh bertindak atas sangkalan ini.

Pelacur itu Tak Hina

0 komentar
Siapa bilang pelacur itu hina?
Justru mereka yang berani korbankan harga diri hanya untuk sesuap nasi
Siapa bilang pelacur itu hina?
Mereka tak pernah malu akui bila memang "kotor"
Siapa bilang pelacur itu hina?
Perlu diakui, bahwa merekalah yang lebih memahami apa istimewanya sebuah cinta

Profile

My photo
23. 168cm. Agnostic. Interest with Maine Coon, GOD, black and art. Hate coackroach, insects and avocado. i'm idiot and idealist writer.thanks.

Followers

Total Pageviews