Daya pikir liarku berkurang. Bahan bakarnya yang langka, menghilang. Kemana lagi harus dicari? aku tak tahu tempat asalnya. Aku haus akan ilmunya, aku lahap akan candanya, aku tertidur karna dongengnya, aku tersenyum karna seninya. Aduuuhh..kemana tuan itu?. Mustahil bila beliau mati. Bumi takkan berani ambil raganya dari kehidupan. Matanya saja menyengat dan penuh arti, belum lagi indera lainnya. Beliau belum tamatkan dongengnya, beliau belum tepati janjinya. Saat dia hilang, ia bawa pula seperempat dari karyaku yang belum terpublish. Sudah empat hari tak indah lihat senja, sudah empat hari tak tau akan berita nusantara, sudah empat hari ciumanku hambar. Sudah empat hari. Telepon genggamku biasa berdering pagi pagi dengar suara bassmu yang tanyakan satu pertanyaan bodoh dan curhatkan rasa sepanjang malam. Kalimat hinaan dari orang lain buatku emosi, tapi hinaan darinya malah buatku terisi. Gelagak tawanya saat bercanda itu yang buat jadi hangat. Tak kenal maka tak sayang, kenal tapi sayang sayangan.haha. Tak pernah bersua bukan tanda bahwa kita tak punya chemistry. Oke.cukup cukup! kembali ke pertanyaan awal, beliau ini ada dimana sekarang? mengapa hilang? Zat Kuasa dimanapun berada..kembalikan beliau yaa
Content
Profile
- n i t y a
- 23. 168cm. Agnostic. Interest with Maine Coon, GOD, black and art. Hate coackroach, insects and avocado. i'm idiot and idealist writer.thanks.

0 komentar:
Post a Comment