Jika kamu percaya kehidupan itu ada sebagai batu ujian, percobaan, kurun waktu yang menempatkan untuk melihat kalau-kalau kamu ini "berharga", maka teologimu itu mulai bermakna.
Jika kamu percaya bahwa kehidupan ini ada sebagai peluang, proses melalui mana kamu menemukannya. Ingatlah, bahwa kamu ini berharga dan akan selalu berharga, maka teologimu itu tampaknya tidak waras.
Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang dipenuhi dengan ego yang selalu menuntut perhatian, kekaguman, kasih sayang dan akan membunuh untuk mendapatkannya, maka teologimu itu masuk akal.
Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu tanpa ego atau kebutuhan, namun juga adalah sumber segala sesuatu, dari tempat seluruh kebijaksanaan dan cinta, maka teologimu hancur berantakan.
Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu Tuhan yang pendendam, cemburu dalam kasihNya dan berang dalam amarahNya, maka teologimu sempurna.
Jika kamu percaya bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang cinta damai, yang gembira dalam cinta, dan berbelas kasih dalam kebahagiaanNya, maka teologimu itu tidak ada gunanya.


2 komentar:
Wanjasss....Teologi sy berantakan dan tidak waras dong berarti (sama pemikiran nya tentang ide Tuhan)...Hahahaha..
hahaha..terkadang perlu tidak waras dulu baru menemukan suatu keberhasilan
Post a Comment