Belum sempat mataku terpejam, fajar sudah menyapa.
Tetes air mata kota seni itu menyambut dengan udara yang tak bersahabat.
Merasa ingin kembali ke kampung halaman, tapi puluhan seniman memanggilku ntuk rasakan malam.
Melanggar sedikit batasan tak apalah, memang perlu daya juang ntuk halaukan aturan jadi menyenangkan.
Melihat semua pemain musik yang handalkan kemampuan, membuat jiwa ikut menari.
Malam minggu dengan sedikit melirik peninggalan sejarah tengah kota, membuat jiwa sejuk di tengah keramaian.
Yogyakarta..
Memang kota tempat ribuan seniman lahir dan torehkan mahakarya abadi di tanah jawa.
Content
Profile
- n i t y a
- 23. 168cm. Agnostic. Interest with Maine Coon, GOD, black and art. Hate coackroach, insects and avocado. i'm idiot and idealist writer.thanks.

0 komentar:
Post a Comment